Friday, April 16, 2010

SBY Minta Lawan Politik Hapus Persaingan


Jakarta - Persaingan antar capres-cawapres dalam pilpres lalu diharapkan tidak melebar hingga menimbulkan konflik. Karena itu Presiden SBY meminta semua pihak untuk menghapuskan suasana persaingan dan kompetisi yang begitu keras.

"Pemilu lazim diwarnai ketegangan dan kampanye keras sehingga suhu politik meningkat. Bahkan, di antara anak bangsa bisa berjarak satu sama lain," ujarnya dalam pidato peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Masjid

Istiqlal, Jakarta, Selasa (21/7)malam.

SBY mengatakan pilpres yang sudah berjalan aman, damai, dan lancar, harusnya dibarengi dengan sikap rekonsiliasi semua pihak. Sehingga persatuan dan kesatuan bangsa yang dibutuhkan untuk membangun Indonesia dapat dipererat.

Karena itu, SBY menyarankan, segala bentuk keberatan terkait hasil Pilpres dapat disalurkan melalui sistem hukum dan tata cara yang telah diatur. "Jika ada pihak-pihak yang ingin melancarkan protes dan aduan, semua bisa dilancarkan sesuai tatanan yang berlaku," imbuh SBY.

Selain itu, SBY meminta semua komponen bangsa untuk menunjukkan kepada dunia demokrasi yang berkembang di Indonesia merupakan demokrasi yang matang dan penuh keteduhan. Apalagi, lanjut dia, Indonesia merupakan negara berpenduduk Islam terbesar di dunia yang seharusnya memberi sumbangan yang membawa kebaikan dan rahmat kepada dunia seperti ajaran Nabi Muhammad SAW.

Dijelaskan SBY, demokrasi yang ingin dibangun Indonesia adalah yang menjunjung tinggi martabat dan etika. Sehingga usai pilpres, semua pihak seharusnya mampu untuk membangun kebersamaan demi masa depan yang lebih baik.

"Ke depan, dengan selesai proses Pemilu, kita harus bisa bersama, kita hapus sejarah selama kompetisi, dan bangun kembali harmoni kebersamaan di antara warga bangsa," terangnya.

Sesuai dengan pembangunan masyarakat Islam yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW di Madinah, SBY mengungkapkan Indonesia ke depan harus bisa membangun kesejahteraan serta meningkatkan partisipasi politik dari masyarakat.

Peringatan Isra Miraj 1430 Hijriah di Mesjid Istiqlal juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah beserta para menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

No comments:

Post a Comment