Monday, April 19, 2010

Jejak Perlawanan Aceh




Aceh dijuluki Serambi Mekkah, merupakan sebuah wilayah kaya raya. Membaca riwayat sejarah Aceh tidak akan lepas dari potret perjalanan panjang sebuah suku bangsa yang penuh dengan air mata dan bersimbah darah. Militansi yang didasari semangat jihad fi sabililillah dalam menentang penjajahan dan ketidakadilan membuat perlawanan rakyat Aceh tidak pernah bisa dilumpuhkan. dalam waktu singkat.
Kerajaan Aceh Darussalam dibangun Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1511 M yang merupakan penyatuan beberapa kerajaan kecil di aceh dan pesisir timur Sumatra seperti Peurelak (di Aceh Timur), Pedir (di Pidie), Daya (Aceh Barat Daya) dan Aru (di Sumatera Utara).
Sejak awal berdiri dibawah pimpinan Sultan Ali Mughayat Syah hingga di masa kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam, Sultan Iskandar Muda, konflik dan perjuangan bersenjata melawan kolonialisme bangsa Eropa baik portugis maupun Belanda terus berkobar. Terlebih sejak abad ke 19, dibukanya terusan Suez makin membuat posisi kerajaan aceh dan selat Malaka menjadi lalulintas perdagangan sangat strategis dimata bangsa eropa sehingga hasrat menguasai daerah itu begitu besar.
Perlawanan rakyat Aceh menentang penjajahan terus berkelanjutan dari generasi ke generasi. Dari perlawanan yang dipelopori oleh Kasultanan sampai dilanjutkan dengan kaum ulama dan ullebalang yang menjadi motor pergerakan. Tersebut tokoh seperti Teuku Umar, Tgk. Cik Ditiro, Cut Nyak Dien, Cut Meutia menjadi martir kemerdekaan.
Memasuki paruh abad ke-20, ketika Jepang menduduki Aceh, perlawanan juga tidak pernah surut. Diberbagai tempat perlawanan terus berlanjut melihat tindakan kesewenanwenangan jepang sampai pada proklamasi kemerdekaan Indonesia . Salah satunya yang diperingati dengan adanya tugu Cot Plieng di pidie.
Periode awal revolusi fisik sampai masa akhir pemerintah Presiden Sukarno, hubungan aceh dan pemerintah pusat mengalami pasang surut. Tapi yang tak bisa dipungkiri, peran Aceh bagi pemerintah republic tidak kecil. Dengan bantuan financial dari masyrakat aceh, Indonesia bisa membeli pesawat Seulawah yang menjadi komoditi perjuangan dan penghasil pendapatan utk perjuangan.
Kekecewaan dan diingkarinya janji oleh pemerintah pusat membuat masyarakat aceh meradang dan Tgk Daud Beureuh mengambil sikap berseberangan dengan pemerintah pusat dan menyokong Kartosuwiryo dengan Negara Islam Indonesia . Konflik bisa diakhiri dengan digelarnya musyawarah kerukunan masyarakat aceh dimana Daud Beureuh mau turun gunung dan kembali ke pangkuan RI. Dimana pemerintah pusat memberikan konsesi untuk mastarakat aceh sebagai Daerah Istimewa Aceh.
Pada periode orde baru, penekanan pembangunan lebih banyak terpusat di jawa dan luar jawa tidak memperoleh porsi yang besar, memunculkan persoalan baru lagi di aceh. Ketika Hasan Tiro memproklamasikan bentuk perlawanan terhadap pusat dengan Gerakan Aceh Merdeka ( GAM ) yang didirikan di gunung halimun 1976.
Pemerintahan pusat yang bersifat militeristik saat itu menjawab ketidakpuasan masyrakat aceh itu dengan mengelar operasi penumpasan GAM dan pemberlakuan Daerah Operasi Militer ( DOM) yang sangat menyakitkan hati masyarakt aceh pada umumnya dan merendahkan derajat suku bangas aceh. Tak terhitung berapa jumlah korban tewas pada masa-masa itu.
Berbagai upaya perdamaian terhadap kedua kubu yang bertikai terus digalakan dengan beragam mediator netral. Namun semuanya belum mencapai kata sepakat. Akhirnya, tahun 2004 bencana tsunami menerjang aceh dan meluluhlantakan kota . Peristiwa ini menjadi pendorong bagi kelompok yang bertikai antara GAM dan pemerintah pusat untuk saling intropeksi diri dan menggalakan perundingan demi tercapainya kedamaian yang abadi di bumi rencong.

Friday, April 16, 2010

daftar lengkap menteri SBY-Boediono:




Menteri Koordinator
1. Menko Politik Hukum dan Keamanan : Sutanto (mantan Kapolri)
2. Menko Perekonomian : Sri Mulyani Indrawati
3. Menko Kesra : Hatta Rajasa (PAN)

4. Sekretaris Negara : Sudi Silalahi

Menteri Departemen
5. Menteri Dalam Negeri: Andi Malaranggeng (Partai Demokrat)
6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa (Dubes RI di PBB)
7. Menteri Pertahanan: Djoko Suyanto (Mantan Panglima TNI)
8. Menteri Hukum dan HAM: Ruhut Sitompul (Partai Demokrat)
9. Menteri Keuangan: M Chatib Basri (FEUI)
10. Menteri Pertambangan dan Energi: Tubagus Haryono (Kepala BPH Migas)
11. Menteri Perindustrian & Pedagangan: MS Hidayat (Kadin)
12. Menteri Pertanian: Dr Ir Herry Suhardiyanto (Rektor IPB)
13. Menteri Kehutanan: Taufik Effendy (Partai Demokrat)
14. Menteri Perhubungan: Prof. Dr. Sutanto Soehodho (UI)
15. Menteri Kelautan dan Perikanan: Dr Ir Mohammad Jafar Hafsah (Partai Demokrat)
16. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: M Jumhur Hidayat
17. Menteri Pekerjaan Umum: Prof Dr Ir Budi Soesilo Supandji (Dirjen Potensi Pertahanan Dephan)
18. Menteri Kesehatan: Dr dr Fachmi Idris (Ketua Umum IDI)
19. Menteri Pendidikan Nasional: Anis Rasyid Bawesdan (Rektor Univ. Paramadina)
20. Menteri Sosial: Hidayat Nur Wahid/Tifatul Sembiring (PKS)
21. Menteri Agama: Dr Salim Segaf Al Jufri (PKS)

Menteri Negara
22. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik (Partai Demokrat)
23. Menteri Riset dan Teknologi: Dr Andy N. Sommeang (Dirjen HAKI)
24. Menteri Koperasi dan UKM: Muhaimin Iskandar (PKB)
25. Menteri Lingkungan Hidup: Prof Dr Ir Johny Wahyuadi M. Soedarsono (Guru Besar FTUI)
26. Menteri Pemberdayaan Perempuan: Rahmawati Soekarnoputri
27. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara: Marzuki Alie (Partai Demokrat)
28. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal: Lukman Edy (PKB)
29. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Prof Bambang PS Brojonegoro (mantan Dekan FEUI)
29. Menteri BUMN: Sofyan Djalil
30. Menteri Komunikasi dan Informasi: Rizal Malarangeng
31. Menteri Pemuda dan Olahraga: Anas Urbaningrum (Partai Demokrat)
32. Menteri Perumahan Rakyat: Zulkifli Hasan (PAN).

SBY Minta Lawan Politik Hapus Persaingan


Jakarta - Persaingan antar capres-cawapres dalam pilpres lalu diharapkan tidak melebar hingga menimbulkan konflik. Karena itu Presiden SBY meminta semua pihak untuk menghapuskan suasana persaingan dan kompetisi yang begitu keras.

"Pemilu lazim diwarnai ketegangan dan kampanye keras sehingga suhu politik meningkat. Bahkan, di antara anak bangsa bisa berjarak satu sama lain," ujarnya dalam pidato peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Masjid

Istiqlal, Jakarta, Selasa (21/7)malam.

SBY mengatakan pilpres yang sudah berjalan aman, damai, dan lancar, harusnya dibarengi dengan sikap rekonsiliasi semua pihak. Sehingga persatuan dan kesatuan bangsa yang dibutuhkan untuk membangun Indonesia dapat dipererat.

Karena itu, SBY menyarankan, segala bentuk keberatan terkait hasil Pilpres dapat disalurkan melalui sistem hukum dan tata cara yang telah diatur. "Jika ada pihak-pihak yang ingin melancarkan protes dan aduan, semua bisa dilancarkan sesuai tatanan yang berlaku," imbuh SBY.

Selain itu, SBY meminta semua komponen bangsa untuk menunjukkan kepada dunia demokrasi yang berkembang di Indonesia merupakan demokrasi yang matang dan penuh keteduhan. Apalagi, lanjut dia, Indonesia merupakan negara berpenduduk Islam terbesar di dunia yang seharusnya memberi sumbangan yang membawa kebaikan dan rahmat kepada dunia seperti ajaran Nabi Muhammad SAW.

Dijelaskan SBY, demokrasi yang ingin dibangun Indonesia adalah yang menjunjung tinggi martabat dan etika. Sehingga usai pilpres, semua pihak seharusnya mampu untuk membangun kebersamaan demi masa depan yang lebih baik.

"Ke depan, dengan selesai proses Pemilu, kita harus bisa bersama, kita hapus sejarah selama kompetisi, dan bangun kembali harmoni kebersamaan di antara warga bangsa," terangnya.

Sesuai dengan pembangunan masyarakat Islam yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW di Madinah, SBY mengungkapkan Indonesia ke depan harus bisa membangun kesejahteraan serta meningkatkan partisipasi politik dari masyarakat.

Peringatan Isra Miraj 1430 Hijriah di Mesjid Istiqlal juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah beserta para menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Friday, September 18, 2009

Sekian lama aku menunggu

Untuk kedatanganmu

Bukankah engkau telah berjanji

Kita jumpa di sini

Datanglah, kedatanganmu kutunggu

Telah lama, telah lama ‘ku menunggu


Derita hidup yang kualami

Duhai pahit sekali

Pada siapa aku berbagi

Kalau bukan padamu

Datanglah, kedatanganmu kutunggu

Telah lama, telah lama ‘ku menunggu


Selain dirimu kasih

Tiada yang lain lagi

Tempat cintaku bersemi

Mencurahkan isi hati


Lama sekali aku menanti

Kedatanganmu kekasih

Betapa hati tidak ‘kan sedih

Kau biarkan ku sendiri


Sekian lama aku menunggu

Untuk kedatanganmu

Bukankah engkau telah berjanji

Kita jumpa di sini

Datanglah, kedatanganmu kutunggu

Telah lama, telah lama ‘ku menunggu




Koleksi Ridho Rhoma yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Ridho Rhoma – Menunggu
Gambar Artis Indonesia



Download Youtube Video Clip Ridho Rhoma – Menunggu
Foto Artis Indonesia

Monday, August 24, 2009

Coca-Cola Sumbangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Pertama Di Aceh

Banda Aceh, 19 April 2006 - Krueng Kala - desa yang terletak di kecamatan Lhoong kabupaten Aceh Besar kini tidak lagi dalam kegelapan. Baik kegelapan dalam arti sebenarnya karena tiadanya listrik, maupun kegelapan hidup akibat badai tsunami.

Setelah melalui masa persiapan, perencanaan, dan pembangunan selama kurang dari satu tahun, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) pertama di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) hari ini diresmikan penggunaannya. Peresmian dilakukan oleh Sekretaris Badan Rekonstruksi dan Revitalisasi (BRR) NAD-Nias, Ramli Ibrahim, dan dihadiri oleh pejabat pemerintahan NAD, perwakilan dari PT Coca-Cola Indonesia, Yayasan IBEKA (Institut Bisnis Ekonomi dan Kerakyatan), Yayasan Nurani Dunia serta undangan lainnya.

“Peresmian ini menandai dimulainya era baru bagi sekitar 200 Kepala Keluarga di Desa Krueng Kala, karena mulai hari ini mereka sudah bisa menikmati infrastruktur listrik yang tidak dapat mereka nikmati sejak bencana tsunami di akhir tahun 2004. Dioperasikannya PLTMH berkekuatan 40 kW ini diharapkan akan mempercepat proses kebangkitan kembali kehidupan serta perekonomian masyarakat di wilayah ini,“ kata Ramli Ibrahim.

Pembangunan PLMTH ini merupakan sumbangan dari PT Coca-Cola Indonesia yang bermitra dengan Yayasan Nurani Dunia dan Yayasan IBEKA.

“Proyek pembangunan PLMTH ini merupakan bagian dari sumbangsih PT Coca-Cola Indonesia dalam membantu upaya pemulihan Aceh paska bencana tsunami. Selain pembangunan PLMTH ini, Coca-Cola juga membantu pembangunan sekolah modular, sekolah permanen, dan beberapa kegiatan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat“, kata Titie Sadarini, Corporate Affairs Director, PT Coca-Cola Indonesia.

“Selain dinikmati sekitar 200 rumah tangga, aliran listrik ini juga dimanfaatkan untuk penerangan bangunan-bangunan sosial, seperti sekolah dan masjid. Tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, PLTMH adalah salah satu potensi lokal yang diharapkan menjadi pintu masuk untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik di bidang ekonomi, sosial, politik maupun budaya“, kata Tri Mumpuni dari yayasan IBEKA.

Seperti terjadi di hampir seluruh NAD, bencana tsunami di akhir 2004 lalu telah menghancurkan seluruh infrastruktur termasuk jaringan listrik, serta menewaskan sebagian besar penduduk Krueng Kala. Saat ini, penghuni Krueng Kala adalah warga dari desa-desa sekitar yang selamat dari tsunami.

Untuk mencapai fungsi ideal tersebut, maka penglibatan masyarakat lokal (termasuk di dalamnya tokoh-tokoh agama) telah dimulai sejak awal. Mulai dari survei lokasi, perencanaan sampai pembangunan PLTMH ini. Penglibatan masyarakat sejak awal, selain agar masyarakat betul-betul paham dengan pengoperasian PLTMH (khusus operator lokal), juga dimaksudkan untuk menumbuhkan dan menguatkan kesadaran masyarakat, yaitu kesadaran tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan yang terkait dengan ketersediaan air Sungai Krueng Kala, yang merupakan sumber tenaga untuk pembangkit.

Selanjutnya, pengelolaan PLTMH ini akan dilakukan oleh “Koperasi Tuah Krueng Kala Sejahtera”. Diharapkan lembaga masyarakat yang seluruh pengurusnya merupakan warga lokal ini dapat mengelola keberlanjutan PLTMH, antara lain dengan pengelolaan iuran listrik secara transparan dan bertanggungjawab.

Tentang Coca-Cola
Coca-Cola telah hadir dan diproduksi secara lokal di Indonesia sejak tahun 1932. Saat ini ada 17 pabrik pembotolan Coca-Cola di seluruh Indonesia yang mempekerjakan sekitar 10.000 karyawan dan melayani secara langsung lebih dari 400.000 pedagang. Perusahaan Coca-Cola selain berkiprah dalam dunia usaha dan penciptaan lapangan kerja juga aktif melakukan kegiatan sosial di Indonesia, baik secara langsung maupun melalui Yayasan Coca-Cola Foundation Indonesia.